Menjadi Embera

Budaya masyarakat adat diperlukan untuk melindungi hutan

Panama

Durasi: 6:06


Tersedia dalam 4 bahasa


Rilis: Desember 2016

Click to play video

Membangun kembali dan memperkuat budaya asli sangat penting untuk mempertahankan hubungan leluhur dengan alam. Ini harus terus diwariskan ke generasi mendatang dengan memperingati tradisi adat. Pemuda Embera setelah melalui beberapa dekade asimilasi, melalui seni melukis tubuh tradisional dan cerita, menjadi ujung tombak kebangkitan budaya. Sementara inisiatif kehutanan masyarakat yang berkelanjutan menciptakan pendapatan berdampak rendah bagi masyarakat yang bergantung pada hutan yang sehat untuk kelangsungan hidup mereka.

  • Fakta menarik & tokoh utama

    • Bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bayano dibangun antara tahun 1972 sampai dengan 1976, salah satu proyek utama rezim militer Jendral Torrijos. Pembangunan bendungan didanai melalui pinjaman lembaga pembangunan internasional (Bank Dunia) dan bang komersial swasta. Bendungan tersebut membanjiri sekitar 300 kilometer persegi wilayah, menyebabkan 4.500 orang penduduk mengungsi, di antaranya 500 orang Embera, 1.500 orang Guna dan 2.500 penduduk baru. Orang-orang Embera kemudian direlokasikan ke desa Piriati dan Ipeti.

Partisipan

Diproduksi oleh

Recognition to Land, Territories and Resources

Communities need ownership over their ancestral land in order to protect forests. With no formal land title traditional communities often face serious conflict when trying to evict illegal loggers, poachers and land grabbers. Who will believe their claims without precise maps and legal title deeds?

Pelajari lebih lanjut