Orang Pygmy di Republik Demokratik Kongo (DRC): Bangkitnya Sebuah Perjuangan

Perjuangan untuk mendapatkan pengakuan di Republik Demokarasi Kongo

DRC

Durasi: 5:54


Tersedia dalam 5 bahasa


Rilis: Oktober 2017

Click to play video

Dikucilkan selama puluhan tahun, orang-orang Pygmy memperjuangkan pengakuan dan hak atas tanah. Istilah ‘kerdil’ bahkan dikaitkan dengan rasisme dan prasangka sejarah, mereka tidak diperlakukan sebagai warga negara yang setara di negara asalnya. Hutan mereka menjadi inti dari budaya Pygmy, pusat kepercayaan spiritualitas mereka, serta warisan leluhur yang juga menjadi sumber makanan dan mata pencaharian mereka. Sebagian besar tanah mereka dieksploitasi oleh perusahaan internasional tanpa izin dari orang-orang Pygmy.
Tapi perjuangan orang Pygmy mulai bangkit, dikelola dan digerakkan oleh generasi muda yang penuh semangat, momentum mereka didukung oleh solidaritas.

 

Partisipan

Diproduksi oleh

Recognition to Land, Territories and Resources

Communities need ownership over their ancestral land in order to protect forests. With no formal land title traditional communities often face serious conflict when trying to evict illegal loggers, poachers and land grabbers. Who will believe their claims without precise maps and legal title deeds?

Pelajari lebih lanjut