Mempersembahkan geliat aktivisme pemuda adat: memimpin dengan motivasi – Anastasya Dita – Indonesia

Dalam rangka merayakan Hari Masyarakat Adat Sedunia 2018, kami menyajikan beberapa aktivitas yang dilakukan oleh pemuda adat dari seluruh dunia.

Inilah Anastasya Dita, seorang perempuan Dayak, dan cari tahu lebih banyak tentang bagaimana ia bisa memimpin, dengan memotivasi, di Kalimantan

Apa kegiatan yang sedang kamu kerjakan?

Saya telah bekerja di RanuWelum sejak tahun 2016. Saya membuat film bersama dengan tim lainnya, bergabung di workshop dan acara umum yang diselenggarakan oleh Yayayasan kami. Pada selebrasi Perayaan Masyarakat Adat pertama 2016 di Palangka Raya, ada sekitar 600 orang lebih masyarakat yang ada di Palangka Raya dan sekitarnya bergabung serta merayakan acara ini. Ini adalah acara terbesar pertama yang saya (kami) tangani. Tujuan acara ini adalah Menemukan Identitas Diri Kita khususnya sebagai Suku Dayak. Saya (kami) belajar dari banyak orang yang saya (kami) temui bagaimana cara untuk beradaptasi dalam semua situasi.

Pada Agustus ini, kami kembali lagi dengan selebrasi besar dan temanya adalah “Indigenous Leads” :¬†Bringing forth the ancient sound, embracing the heritage¬†(Bahasa: Masyarakat Adat Memimpin :membawa suara suku asli, memeluk warisan budaya). Acara ini akan dilaksanakan di tiga tempat berbeda. Dimulai pada 29 – 1 September di Palangka Raya kemudian pada 2 September akan dilanjutkan dengan pertunjukan keliling ke dua tempat yaitu Barito Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Tujuan acara ini adalah¬†untukmemberi ruang bagi pemimpin-pemimpin komunitas adat untuk secara aktif bersuara mewakili seluruh masyarakat adat di komunitasnya.

Apa motivasi kamu terlibat di kegiatan ini?

Motivasi saya adalah orang-orang disekitar saya (kami) yang telah mengalami banyak pergumulan/permasalahan tentang hak-hak masyarakat adat.

Apa yang ingin kamu tularkan buat pemuda lainnya atau yang bisa mereka pelajari dari kegiatan ini?

Karena orang muda memiliki kekuatan dan keberanian untuk membawa tramspormasi kepada orang disekitar mereka bahkan generasi mereka dan orang muda adalah generasi penerus yang akan memelihara/mempertahankan/ melindungi budaya.What do you want other youth in the world to do with your stories?

What do you want other youth in the world to do with your stories?

Saya (kami) sangat ingin agar semua orang muda sadar dan mengambil tindakan serta tidak diam dengan semua permasalahan disekitar, khususnya saya (kami) akan sangat senang jika melalui cerita ini dapat menginspirasi dan setiap orang harus tahu bahwa kamu/kalian adalah pahlawan.

Budayaku lebih dari sekedar atribut semata, melainkan bagian dari identitas yang tak terpisahkan.


Perayaan Hari Masyarakat Adat mendatang yang diadakan oleh Ranu Welum bisa dilihat di:

https://www.facebook.com/events/263258634450640/

Teaser #1 INDIGENOUS LEAD - Perayaan Hari Masyarakat Adat 2018

INDIGENOUS LEADPerayaan Hari Masyarakat Adat Sedunia 2018tema : Memperdengarkan Suara Suku Asli, Merangkul Warisan BudayaDi tengah-tengah berbagai persoalan kemanusiaan dan kerusakan lingkungan di Kalimantan, kebanggaan akan identitas budayalah yang memberikan kekuatan untuk kita tidak menjadi pasrah melainkan bangkit dan maju. Identitas inilh yang patut kita rayakan bersama dengan masyarakat adat di seluruh dunia, yang juga memperjuangkan hal yang sama. Mari bergabung dalam berbagai rangkaian acara INDIGENOUS LEAD!- Kalimantan Indigenous Film FestivalLebih dari 20 film dari Kalimantan, Indonesia dan 3 negara lain akan ditayangkan dalam 2 hari festival. Akan ada pula diskusi dan tanya jawab bersama para filmmaker. Filmmaker lokal pun diundang untuk mengumpulkan filmnya, genre - Short Video Fiction, yang masih bertemakan budaya. - Karnaval DayakTua muda, laki-laki perempuan, besar kecil, dari latar belakang, pekerjaan dan sub suku yang berbeda, akan berkumpul dalam kesatuan. Terbuka untuk umum. Kenakan baju/atribut tradisional Dayak mu dan mari rayakan identitas mu sebagai pemuda pemudi Dayak bersama dengan saudara-saudara yang lain di rumah Betang! - Kompetisi Bertutur Cerita RakyatLestarikan kisah budaya dan petuah adat Dayak. Terbuka untuk pelajar SMP/SMA. Ayo ceritakan cerita rakyat yang dulu kamu dari nenek/kakekmu dalam bahasa daerahmu sendiri dan menangkan hadiah utama berupa Tiket PP ke Pulau Bali + Seminggu Belajar di Sekolah Internasional Green School!- Indigenous Workshop & ExhibitionAda beberapa workshop yang akan ditawarkan, dimana kamu bisa menggali lebih dalam dan belajar tentang indigenous filmmaking dan indigenous music. Ada juga pameran fotografi bertemakan budaya dan lingkungan.- Youth Forum Perkumpulan menarik bersama para orang muda dalam diskusi tentang Perubahan Iklim dan Peranan Pemuda Dalam Menghadapinya. Ada juga seminar tentang literatur Dayak yang akan memberikan informasi dan pemahaman lebih dalam tentang bahasa Dayak dan kearifan lokalnya. - Malam PuncakIni bukanlah sebuah pertunjukan, melainkan perayaan. Nyanyian, tarian, musik dan berbagai penampilan budaya akan menyatukan kita dalam satu semangat.- Roadshow ScreeningDari kota ke desa-desa, film/video akan dibawa ke komunitas untuk edukasi dan diskusi, sambil belajar melalui pengalaman tinggal bersama komunitas. Roadshow akan diadakan di Barito Timur, Kalteng dan Landak, Kalbar. Tanggal : 29 Agustus - 1 September 2018 di Palangka RayaInformasi lebih lanjut kunjungi www.ranuwelum.orgWA/SMS/Telpon 082255684041 Email : celebration@ranuwelum.orgTABE!_____The Celebration of Internation Day of World's Indigenous People 2018 in Kalimantan.Theme : Bringing Forth The Ancient Sound, Embracing The Cultural Heritage.In the mid of various problems of human right violation and environmental destruction that faced by us, the original people of Kalimantan, culture as identity has become the strength for us to not be silent and do nothing but to rise and take action. We invite you to join and take part in these programs as we are going to celebrate our identity as Indigenous People! - Kalimantan Indigenous Film FestivalMore than 20 films from Kalimantan, Indonesia and three other countries in two days. There will be discussion and Q & A with the directors of the films as well. Open submission for Short Videos section!- Dayak CarnivalOld and young, men and women, big or small, from various different backrgound and subtribes, come together in unity. Wearing your Dayak traditional costum/attribute and celebrate your identity with other Dayak fellows at the Long House!- Storytelling CompetitionPreservation of the cultural stories and Dayak wisdom. Open for students (junior/senior high school). Tell the stories that you often hear from your elders in your mother tongue, and win the grand prize "Return Ticket to Bali island & A Week Learning at Green School International".- Indigenous WorkshopOffers the several workshop programs and learn more about Indigenous filmmaking and indigenous music.- Youth ForumAn exciting and impressive gathering with other youth to discuss about the climate and the role of young people to in it. There is also a seminar of Dayak literature, which will uncover so many local wisdoms. - Night Celebration Not a show, but a celebration. Singing, Dance, Music and other cultural art performance will unite us in one spirit. - Roadshow ScreeningBringing the films/videos to be screened in the villages while learning from communities in live in experience. A series of roadshow screening coming to East Barito, Central Kalimantan and to Landak, West Kalimantan. Dates: 29 August-1 Sept 2018 at Palangka RayaVisit www.ranuwelum.org More information contact 082255684041 | email:Celebration@ranuwelum.orgTABE!

Posted by Ranu Welum Foundation on Thursday, August 2, 2018