Skip to main content

Pinarsita Juliana

Dayak Ngaju-Batak | Indonesia

Pinarsita Juliana is the Advocacy and Campaigns Manager at Save Our Borneo, a position she has held since 2022. She has been working closely with Indigenous communities since 2015, combining advocacy and visual storytelling to support community-led struggles for environmental and land rights protection.

Her work began with the Dayak Tomun community in Kubung Village, Lamandau Regency, Central Kalimantan, where she served as a campaigner and filmmaker documenting their resistance against logging and plantation expansion. She has since supported advocacy efforts with the Dayak Ma’anyan community in East Barito against coal mining, the Dayak Ngaju community in Kapuas resisting oil palm plantation expansion, and the Dayak Tomun community in Laman Kinipan, where she continues to advocate for forest protection and the recognition of Indigenous legal status and customary forests. She has also been involved in advocacy with the Dayak Taboyan community in Tongka Village, North Barito Regency.

 

Pinarsita Juliana adalah Manajer Advokasi dan Kampanye di Save Our Borneo sejak tahun 2022. Ia telah bekerja bersama masyarakat adat sejak 2015, dengan menggabungkan kerja advokasi dan penceritaan visual untuk mendukung perjuangan komunitas dalam melindungi hutan serta hak atas wilayah adat.

Perjalanannya dimulai bersama masyarakat adat Dayak Tomun di Desa Kubung, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, sebagai juru kampanye dan pembuat film yang mendokumentasikan perlawanan terhadap penebangan dan ekspansi perkebunan. Selanjutnya, ia mendampingi perjuangan masyarakat Dayak Ma’anyan di Kabupaten Barito Timur melawan pertambangan batu bara, Dayak Ngaju di Kapuas menghadapi ekspansi perkebunan kelapa sawit, serta Dayak Tomun di Laman Kinipan, tempat ia terus terlibat dalam upaya penghentian deforestasi dan mendorong pengakuan Masyarakat Hukum Adat dan Hutan Adat. Ia juga terlibat dalam kerja advokasi bersama masyarakat Dayak Taboyan di Desa Tongka, Kabupaten Barito Utara.